Due diligence yang terburu-buru pada transaksi sektor sistem pembayaran dapat menyembunyikan risiko regulasi maupun teknis yang besar. Kami merangkum kesalahan paling sering terjadi dan cara menghindarinya.
Transaksi pada perusahaan PJP memiliki lapisan pemeriksaan tambahan yang tidak selalu relevan pada M&A sektor lain — mulai dari riwayat kepatuhan pelaporan ke Bank Indonesia hingga kesiapan sistem keamanan informasi. Menyamakan pendekatan due diligence PJP dengan due diligence perusahaan pada umumnya berisiko melewatkan aspek-aspek krusial ini.
Audit IT dan VAPT sering kali baru dilakukan mendekati closing, padahal temuan besar pada aspek ini idealnya sudah diketahui sejak awal karena dapat memengaruhi valuasi maupun struktur transaksi secara signifikan. Mengintegrasikan due diligence teknologi sejak tahap awal membuat negosiasi lebih realistis bagi kedua pihak.
Persetujuan perubahan kepemilikan/pengendali oleh Bank Indonesia memerlukan waktu proses tersendiri yang perlu diperhitungkan dalam linimasa transaksi. Timeline transaksi yang tidak memperhitungkan tahap ini kerap menimbulkan tekanan yang tidak perlu pada kedua belah pihak menjelang closing.
Volume dan pola keluhan pengguna dapat menjadi indikator awal masalah operasional atau sistem yang lebih dalam. Aspek ini sering kali kurang mendapat perhatian dibanding pemeriksaan laporan keuangan, padahal berkaitan langsung dengan reputasi dan risiko operasional pasca-akuisisi.
Due diligence transaksi PJP yang efektif memerlukan kolaborasi antara tim legal, finansial, dan teknologi informasi secara bersamaan — bukan berurutan. Pendekatan yang terintegrasi memungkinkan temuan dari satu bidang segera dikaitkan dengan implikasinya di bidang lain, sehingga gambaran risiko transaksi menjadi lebih utuh sejak awal.
Sebelum menyepakati term sheet akuisisi perusahaan PJP, ada sejumlah aspek legal, finansial, dan perizinan yang kerap luput dari perhatian investor. Berikut poin-poin krusial yang perlu dicermati.
Bagi penyelenggara sistem pembayaran, ketiadaan insiden bukan berarti sistem aman. Artikel ini membahas mengapa pengujian keamanan berkala menjadi kebutuhan mendasar, bukan pilihan.